Sabtu 4 Juni 2011,menjadi momen terbaik dari akumulasi kebersamaan bersama teman-teman selama lebih dari 6 minggu. Dan minggu ini akan menjadi minggu terakhir sebelum kita dikirimkan ke daerah masing-masing. Sebenarnya sedih, namun dalam hal demikian aku mengerti satu hal, bahwa setiap orang itu unik. setiap orang itu berbakat dan setiap orang itu jenius :)
Jabat tanganku, mungkin untuk yang terakhir kali
Kita berbincang tentang memori di masa itu
Peluk tubuhku usapkan juga air mataku
Kita terharu seakan tidak bertemu lagi
Bersenang-senanglah
Kar'na hari ini yang 'kan kita rindukan
Di hari nanti sebuah kisah klasik untuk masa depan
Bersenang-senanglah
Kar'na waktu ini yang 'kan kita banggakan di hari tua
Reff:
Sampai jumpa kawanku
S'moga kita selalu
Menjadi sebuah kisah klasik untuk masa depan
Sampai jumpa kawanku
S'moga kita selalu
Menjadi sebuah kisah klasik untuk masa depan
Bersenang-senanglah
Kar'na hari ini yang 'kan kita rindukan
Di hari nanti...
I'm lucky I'm in love with my best friend
Lucky to have been where I have been
Lucky to be coming home again
Ooh ooh ooh
They don't know how long it takes
Waiting for a love like this
Every time we say goodbye
I wish we had one more kiss
I'll wait for you I promise you, I will
I'm lucky I'm in love with my best friend
Lucky to have been where I have been
[From: http://www.elyrics.net/read/j/jason-mraz-lyrics/lucky-lyrics.html]
Lucky to be coming home again
Lucky we're in love in every way
Lucky to have stayed where we have stayed
Lucky to be coming home someday
Indonesia tanah air beta
Pusaka abadi nan jaya
Indonesia sejak dulu kala
Tetap di puja-puja bangsa
*courtesy of LirikLaguIndonesia.net
Reff :
Di sana tempat lahir beta
Dibuai dibesarkan bunda
Tempat berlindung di hari tua
Tempat akhir menutup mata
Sunday, June 5, 2011
Saturday, May 21, 2011
And I proud to be a teacher
Sudah hampir sebulan tidak menilik blog ini...
Tanggal 25 April resmilah saya ke Bogor untuk menjalani karantina Indonesia Mengajar. Dan alhamdulilah ada 12 orang kontingen dari Surabaya yang berhasil di terbangkan. Entah rasa apa yang bercampur di bandara saat itu. di sisi lain, aku sangat sedih akan meninggalkan orang tua dan saudara-saudaraku juga teman, sahabat mungkin sampai setahun kedepan. Namun di sisi lain, begitu senang ketika berjumpa dengan teman-teman baru yang saya yakin akan menjadi keluarga dan bagian dari mereka.
Saatnya tiba. Ternyata sesampainya disana, aku bertemu dengan kawan-kawan baru yang luar biasa. Entah dari mana saja mereka berasal. Entah dari mana mereka belajar dan berkarya. yang aku tahu adalah mereka hebat di mataku. Setelah di bagikan profil mereka satu persatu, aku semakin yakin bahwasanya masih banyak pemuda pemudi yang berprestasi luar biasa namun sekarang mereka ber-visi sama denganku. Jangan prestasi, pengalaman mereka, pengetahuan mereka benar-benar hebat. Canggung memang pada awalnya, semua perasaan bercampur aduk. Antara malu dan belum akrab. Mungkin belum waktunya. Hanya sebagian teman yang dikenal dari facebook bertemu, atau yang akhirnya sekamar jadi akrab. beruntungnya aku, teman kecilku saat SMP Lastiani juga bergabung denganku di Indonesia mengajar. Rasanyaaaa?? GREAT!!!
Pada acara pembukaan saja, serasa aura positif mengelilingiku. Banyak tokoh sukses, banyak tokoh berpengalaman semua hadir memberikan pengalaman dan memberikan jargon-jargon hebatnya sehingga membuat semangatku benar-benar membuncah. Dan sejak saat itu aku merasa, mereka adalah bagian dari hidupku. Sesi demi sesi aku lalui dan aku merasa mengawali proses panjang ini dengan penuh semangat dan tanda tanya besar. Indonesia mengajar adalah sebuah gerakan yang benar-benar kurasakan membimbingku menjadi seoarang yang lebih peka dan open mind terhadap lingkungan sekitar. masih teringat di memoriku bahwasanya keraguang-keraguan muncul saat aku memutuskan untuk bergabung dengan gerakan ini. banyak yang menanyakan, bagaimana ide gila ini muncul, menjadi guru SD di pelosok setahun, meninggalkan segala kegiatan yang aku jalankan selama ini. semua bertanya, bagaiamana kerjaku, bagaimana kuliahku?? Dan hal itu sempat membuatku sedikit goyah. mungkin benar apa yang orang katakan, aku sedikit agak gila ketika memutuskan untuk bergabung dengan gerakan ini. namun selalu ada hal positif dari tiap keputusan yang aku ambil. hebatnya, aku bertemu dengan 72 orang gila lainnya yang awalnya aku rasa mereka benar benar hebat, namun di balik kehebatan mereka, tersimpan jiwa kegilaan yang sama. Hahahahha, hal itu benar-benar terbukti.
Satu hal yang aku ingat, saat pesawatku lepas landas dari Juanda adalah bahwa aku akan menjadi guru bagi murid-muridku nanti. namun ketika sekarang aku duduk di kamar tidur asramaku, setelah berbagai sesi aku lalui, aku yakin, disana aku tak hanya sekedar menjadi guru, namun juga akan menjadi bagian dari masyarakat sana, bagian dari keluarga baruku, bagian dari guru-guru lain yang sama misinya untuk mencerdaskan bangsa. dan sekaraqng jika ada orang yang bertanya, apa kamu bangga menjadi pengajar?? Yes, I really really do :)
Tanggal 25 April resmilah saya ke Bogor untuk menjalani karantina Indonesia Mengajar. Dan alhamdulilah ada 12 orang kontingen dari Surabaya yang berhasil di terbangkan. Entah rasa apa yang bercampur di bandara saat itu. di sisi lain, aku sangat sedih akan meninggalkan orang tua dan saudara-saudaraku juga teman, sahabat mungkin sampai setahun kedepan. Namun di sisi lain, begitu senang ketika berjumpa dengan teman-teman baru yang saya yakin akan menjadi keluarga dan bagian dari mereka.
Saatnya tiba. Ternyata sesampainya disana, aku bertemu dengan kawan-kawan baru yang luar biasa. Entah dari mana saja mereka berasal. Entah dari mana mereka belajar dan berkarya. yang aku tahu adalah mereka hebat di mataku. Setelah di bagikan profil mereka satu persatu, aku semakin yakin bahwasanya masih banyak pemuda pemudi yang berprestasi luar biasa namun sekarang mereka ber-visi sama denganku. Jangan prestasi, pengalaman mereka, pengetahuan mereka benar-benar hebat. Canggung memang pada awalnya, semua perasaan bercampur aduk. Antara malu dan belum akrab. Mungkin belum waktunya. Hanya sebagian teman yang dikenal dari facebook bertemu, atau yang akhirnya sekamar jadi akrab. beruntungnya aku, teman kecilku saat SMP Lastiani juga bergabung denganku di Indonesia mengajar. Rasanyaaaa?? GREAT!!!
Pada acara pembukaan saja, serasa aura positif mengelilingiku. Banyak tokoh sukses, banyak tokoh berpengalaman semua hadir memberikan pengalaman dan memberikan jargon-jargon hebatnya sehingga membuat semangatku benar-benar membuncah. Dan sejak saat itu aku merasa, mereka adalah bagian dari hidupku. Sesi demi sesi aku lalui dan aku merasa mengawali proses panjang ini dengan penuh semangat dan tanda tanya besar. Indonesia mengajar adalah sebuah gerakan yang benar-benar kurasakan membimbingku menjadi seoarang yang lebih peka dan open mind terhadap lingkungan sekitar. masih teringat di memoriku bahwasanya keraguang-keraguan muncul saat aku memutuskan untuk bergabung dengan gerakan ini. banyak yang menanyakan, bagaimana ide gila ini muncul, menjadi guru SD di pelosok setahun, meninggalkan segala kegiatan yang aku jalankan selama ini. semua bertanya, bagaiamana kerjaku, bagaimana kuliahku?? Dan hal itu sempat membuatku sedikit goyah. mungkin benar apa yang orang katakan, aku sedikit agak gila ketika memutuskan untuk bergabung dengan gerakan ini. namun selalu ada hal positif dari tiap keputusan yang aku ambil. hebatnya, aku bertemu dengan 72 orang gila lainnya yang awalnya aku rasa mereka benar benar hebat, namun di balik kehebatan mereka, tersimpan jiwa kegilaan yang sama. Hahahahha, hal itu benar-benar terbukti.
Satu hal yang aku ingat, saat pesawatku lepas landas dari Juanda adalah bahwa aku akan menjadi guru bagi murid-muridku nanti. namun ketika sekarang aku duduk di kamar tidur asramaku, setelah berbagai sesi aku lalui, aku yakin, disana aku tak hanya sekedar menjadi guru, namun juga akan menjadi bagian dari masyarakat sana, bagian dari keluarga baruku, bagian dari guru-guru lain yang sama misinya untuk mencerdaskan bangsa. dan sekaraqng jika ada orang yang bertanya, apa kamu bangga menjadi pengajar?? Yes, I really really do :)
Thursday, April 21, 2011
Selamat Hari Kartini, Furi :)
Assalamualaikum pagi, Assalamualaikum mentari, Assalamulaikum alam, Assalamualaikum kaumku, Assalamualaikum pecinta kaumku, Assalamualaikum semuaaaaa... Semoga berkah dan limpahan semangat selalu tercurah pada setiap aliran darah dan nafas yang kita hirup dan hembuskan sebagai rasa syukur atas nikmat hidup limpahanNya. Amin.. Selamat Hari Kartini untuk perempuan-perempuan tangguh seluruh Indonesia. Hari Kartini pagi tahun ini serasa begitu spesial buat saya, berada di rumah di kelilingi wanita hebat di sekitar sini, wanita yang mendukung dan selalu ada di balik setiap langkah sampai saya berada dalam posisi seperti sekarang. Memaknai setiap peringatan hari Kartini yang tidak luput dengan koar-koar mengenai emansipasi wanita. Banyak cara sebenarnya untuk memaknai tentang hari kartini ini, seperti contohnya adik sepupuku yang masih PAUD memakai baju kartini untuk mengenangg beliau, membuat puisi untuk mengenang jasa beliau dan lain sebagainya. Niatnya adalah baik, yang tak lain adalah mengajarkan mereka untuk menghormati jasa para pahlawan yang gugur. Namun, kebanyakan peringatan Hari Kartini sedikit mendapat tanggapan berbeda dari sebagian masyarakat terutama anak mudah zaman sekarang.
Ya kalau mendengar kata Kartini adalah tidak jauh berbeda dengan EMANSIPASI. Masih teringat kuat di ingatan saya, bahwa dulu emansipasi bisa dikatakan adalah persamaan hak atau persamaan derajat antara wanita dan laki-laki. Jadi kita memang di setarakan sama begitu. Namun saya lihat, apabila ini tidak dipahami lebih baik, maka salah besar jika kita minta dipersamakan antara hak lelaki dan perempuan :) Tentu saja tidak kan? Kalaulah ibu Kartini melakukan emansipasi adalah tidak jauh beda untuk memajukan pendidikan kaum pribumi yang dulu masih di dominasi oleh kaum orang mampu atau bangsawan dan kaum penjajah. Maka dari itu beliau mendirikan sekolah dan mengajari para wanita untuk bangkit dan bisa mandiri :)
Namun sekarang?? Kartini-Kartini Indonesia sudah banyak yang bangkit. Kodrat kita sebagai wanita dan kodrat mereka sebagai lelaki, tentu tidak bisa disamakan. Dari lahir pun kita sudah di ciptakan berbeda, mempunyai sifat yang tidak sama, dengan hak dan kewajiban yang berbeda-beda. Namun apa yang sama??? Tujuan yang disamakan, bukan sifat yang dirubah semata-mata untuk disamakan. Caranya?? Saling menghormati dan mengahrgai atas hak dan kewajiban yang tidak sama itu untuk mewujudkan visi yang sama.
Memperingati hari Kartini yang sekarang, adalah menjadi wanita yang Pintar, wanita yang Mandiri, Wanita yang disayang keluarganya, disayang anak dan suaminya (bagi yang sudah atau akan menikah :D), jadi wanita yang berguna untuk sesama, wanita yang patuh, tangguh pada negara agamanya. Saya bangga menjadi wanita, saya ingin menjadi seperti Kartini yang menginspirasi. Karena kembali lagi, sebaik baiknya manusia adalah manusia yang berguna bagi sesamanya. Semoga kita selalu dirahmati dan jadilah wanita yang selalu menerangi, menerangkan setelah gelap tiba :)
SELAMAT HARI KARTINI, readers :)
Thursday, April 14, 2011
Priceless Time
Assalamualaikumm,..
Saya berada di Probolinggo hari ini, ya lagi-lagi menyempatkan harus sering pulang. Priceless time. Saya dulu mempunyai pemikiran, priceless time itu kudu di tempat yang indaaahhh, puncak yang tinggi, gunung yang sejuk, atau di suatu acara penting yang menyentuh kalbu. Namun, hari ini saya mempunyai pandangan lain mengenai Priceless time.
Priceless time ini yang saya maksud adalah berkumpul bersama keluarga. Di tengah limited time yang akan saya tempuh 10 hari kedepan, mungkin akan semakin mendekatkan saya dengan keluarga, berkumpul bersama-sama. Bukannya saya ngga pernah berkumpul sebelumnya, namun saya tidak ingin meningalkan momen-momen penting, sebelum akhirnya akan menemukan keluarga baru saya disana kelak :)
Entah pagi ini saya merasa sedikit melow, saya amat sangat merindukan ibu dan bapak saya nanti. Merindukan curhatan ibu dan sebaliknya. Seperti kebiasaan sebelumnya, selalu ketika saya pulang, ibu saya selalu menceritakan apa-apa saja yang berhubungan dengan berita keluarga, ulah sepupu kecilku, ulah keponakanku, dan semuanya. Sampai masalah-masalah saudara ibu juga sering bercerita. Inilah yang aku sebutkan dengan priceless time.
Membayangkan akan apa yang saya kerjakan dan jenis survival yang saya gunakan?? Who knows? Yang jelas, aku akan amat sangat merindukan saran ibuku.
Semoga ibu bapakku selalu di anugerahkan kesehatan dan panjang umur, amiiinn
Saya berada di Probolinggo hari ini, ya lagi-lagi menyempatkan harus sering pulang. Priceless time. Saya dulu mempunyai pemikiran, priceless time itu kudu di tempat yang indaaahhh, puncak yang tinggi, gunung yang sejuk, atau di suatu acara penting yang menyentuh kalbu. Namun, hari ini saya mempunyai pandangan lain mengenai Priceless time.
Priceless time ini yang saya maksud adalah berkumpul bersama keluarga. Di tengah limited time yang akan saya tempuh 10 hari kedepan, mungkin akan semakin mendekatkan saya dengan keluarga, berkumpul bersama-sama. Bukannya saya ngga pernah berkumpul sebelumnya, namun saya tidak ingin meningalkan momen-momen penting, sebelum akhirnya akan menemukan keluarga baru saya disana kelak :)
Entah pagi ini saya merasa sedikit melow, saya amat sangat merindukan ibu dan bapak saya nanti. Merindukan curhatan ibu dan sebaliknya. Seperti kebiasaan sebelumnya, selalu ketika saya pulang, ibu saya selalu menceritakan apa-apa saja yang berhubungan dengan berita keluarga, ulah sepupu kecilku, ulah keponakanku, dan semuanya. Sampai masalah-masalah saudara ibu juga sering bercerita. Inilah yang aku sebutkan dengan priceless time.
Membayangkan akan apa yang saya kerjakan dan jenis survival yang saya gunakan?? Who knows? Yang jelas, aku akan amat sangat merindukan saran ibuku.
Semoga ibu bapakku selalu di anugerahkan kesehatan dan panjang umur, amiiinn
Friday, April 8, 2011
Ketika Saya Mulai Bersiap-Siap
Assalamualaikum..
Waktu sudah semakin dekat, dan tentunya begitu pula dengan diriku yang mulai kebingungan mempersiapkan segala sesuatunya. Berharap segera menemuakan solusi untuk mengepak barang dan semua yang aku perlukan nanti. Sebenarnya bukan hanya mempersiapkan hal untuk diriku semata, namun juga apa saja yang harus aku pelajari nanti, persiapan untuk mengajarku disana. Kemarin, setelah melihat salah satu pengajar muda yang bertugas di Halmahera di tayangkan di salah satu stasiun televisi, dan membaca salah satu note pengajar muda di Majene Sulawesi, semakin Insyallah memantapkan niatku, akan kukerahkan segala kemampuanku untuk bisa menyumbang yang terbaik, walaupun aku tidak tahu rencana Allah ketika aku disana, dan dimana aku di tempatkan kelak.
Aku mulai belajar, belajar dari apa yang salah pada diriku. Belajar dari apa yang aku dapat selama sekian lama menuntut ilmu. Setidaknya aku pernah mengalami kesalahan-kesalahan yang pernah aku lakukan dari pengalaman hidupku yang lalu lalu, dan sisi baiknya, saya akan berusaha mengajarkan yang terbaik kelak.
Hari ini, alhamdulilah, ada sumbangan hardisk external, dan aku akan mendownload ebook pendidikan atau ebook yang bisa memotivasi diriku kelak. Persiapan??? Saya rasa masih 10%. Belum apa-apa, karena aku juga masih bingung mengenai apa saja yang harus aku bawa. Biaralah, nanti juga aku akan tersadar.
Ketika aku bersiap-siap..
yang ada di pikiranku adalah, akan menjadi apa aku nanti disana?? Bergunakah aku disana?? Mampukah aku disana??? Ketika memasukkan sepatu cats, aku berpikir beratkah tugasku nanti??
Ya Salam, maafkan atas segala keraguanku. Bukannya hamba tidak yakin, tapi hamba benar-benar menantikan hari itu. Semoga hamba tetap istiqomah dalam setiap langkah yang Engaku tuntun :) Amin
Ketika aku bersiap-siap..
Aku yakin bahwa, aku akan merindukan sahabat-sahabatku. Akan merindukan saat kita ngobrol sambil makan di mall, nonton di XXI, sekedar main dan bercanda, karaoke. Namun sekarang aku mantapkan niat, mungkin kita akan melakukan hal tersebut setahun kemudian setelah aku kembali, tentunya dengan cerita-cerita yang ingin aku bagikan ke kalian semua, kawan. Mungkin tidak lagi nonton, mungkin tidak lagi karaoke, tapi membantuku menemui murid-muridku yang disana :) Dan aku sadar sekarang, dukungan kalian, cara kalian berucap dan menyemangatiku, adalah suatu energi yang besar yang dapat menyalurkan energi positif dalam komponen tubuhku yang bersinergi pada kemantapan langkahku untuk berpetualang nanti. Tenang kawan, akan ku salurkan tiap energi postitifku ini, layaknya lempengan besi yang dialiri magnet kutup positif atau listrik positif. Saya janji :)
Ketika aku bersiap-siap...
Aku pun tersenyum, akhirnya aku bisa..Aku bisa melepas apa keraguan yang ada di benakku akhir-akhir ini. Allah mendengar doaku..
Allah mendengar doaku..
Allah mendengar doaku..
Allah mendengar pintaku..
Allah mengabulkan citaku...
Allah mengabulkan citaku...
Apapun rahasiNya nanti, saya akan bersiap-siap :)
Furi
Pada hari H-16 sebelum berangkat training :)
Subscribe to:
Posts (Atom)
