Wednesday, April 6, 2011

Sebelum Minggu itu Tiba

Assalamualaikuuumm,,,,Selamat pagi saudara-saudara pembaca. Hari ini saya flu berat. Pusing tiada tara. Mungkin share saya pagi ini adalah mengenai persiapan training 2 minggu ke depan, dan saya belum menyiapkan satu apapun,, karena hal sepele yaitu, yaitu bawa travel bag/ koper atau tas carrier. Simple sih, cuma dari pihak Indonesia Mengajar menyarankan untuk membawa tas carrier. Oh ya, pemberitahuan mengenai apa saja yang hendak saya bawa kelak, sudah di emailkan. Dan sudah ada gambaran mengenai apa saja yang hendak  dibawa. Tapi entah kenapa saya merasa agak apatis?? Hmmmh, rasanya, ah saya pasti butuh ini, jadi yang ini dibawa, saya butuh itu juga, dimasukkan juga, dan akhirnya beban itu melebihi beban maksimal 25kg. Bingung??? Pastinya. Tapi saya rasa saya tidak akan membuat ribut akan hal itu. Re-list lagi pastinya. Doakan saya yaaa, ini packing adalah hal yang terberat *lebay
Sejak kemarin semangat saya menyala-nyala. Betapa bersyukurnya, dan betapa Allah mempercayai saya untuk mengemban tugas ini. Tugas?? Iya saya rasa mengajar adalah Tugas dan kewajiban yang harus saya emban untuk dijalankan dengan sebaik-baiknya kelak. Saya yakin Allah, akan membantu setiap jalan dan langkah saya. Maka dari itu, akan persiapkan sebaik-baiknya :)

Sebelum minggu itu tiba...
Saya menyempatkan diri untuk silaturahmi bersama teman-teman, dan gilanya saya berpikir, "mungkin saya akan bertemu dengan mereka satu tahun kedepan." Ya bukan gila, namun memang kenyataan. Allah, semoga silaturahim ini untuk selamanya. Dan mendadak, saya mulai terbuka kepada teman-teman  dengan menceritakan tentang bagaimana saya lolos masuk gerakan Indonesia Mengajar, dan bagaimana saya bisa semudah itu melepaskan berbagai kesempatan yang sudah banyak saya raih, yang selalu dikatakan mereka sebagai ke-"SUKSES"an.
Kawan, sukses bagiku bukan hanya aku bisa membeli ini itu dengan uangku, sukses bukan berarti aku bisa mendapatkan gaji dan mendapatkan posisi yang nyaman di perusahaan. Sukses bukan hanyalah masalah gelar dan kemampuanku untuk bisa masuk lanjut kuliah di dalam maupun luar negeri. Sukses bukan hanyalah pandangan "aku pintar, aku mampu, aku hebat". Namun sukses adalah ketika aku dapat berdiri nyaman, dengan segala apa yang aku punya, bisa memberi tanpa harus ada perintah untuk mengasihi, hati tenang jika melihat orang lain senang. Karena sukses bukan semata-semata keegoisan kita semata, yang ingin dipandang. Semoga kita dijauhkan hal yang demikian.
Jujur, saya tidak bermodal apa-apa untuk bergabung dengan gerakan ini, saya orang teknik yang sama sekali tidak ada kemampuan menyanyi, bermain musik, menggambar, melukis, mendongeng atau hal kreatifitas yang lain. Namun, saya hanya bermodal niat, dan berguru pada ibuku  yang sudah banyak makan garam di dunia pendidikan. Dan Alhamdulilah, Allah percaya dengan kemampuanku yang seperti ini, saya yakin disini dan disana nanti saya  akan belajar, karena sejatinya hidup adalah proses BELAJAR itu sendiri.

Sebelum minggu itu tiba...
Saya akan lebih banyak pulang kampung, mungkin menghabiskan sisa sisa ke kangenan dengan keluarga, menikmati kamar tidur yang nyaman, dihiasi lemari kayu tegap dan boneka boneka cantik, dengan jendela samping kiri kamarku yang tidak akan aku temui nanti. Tenang, kamar saya akan saya dekor tak kalah indah dengan kamar ungu di rumah kok. Kegiatan lain?? Mungkin tetap, saya akan bersilatirahmi dengan teman-teman dan tetap akan mengumpulkan foto-foto mereka yang narsis-narsis. Hmmmh, mungkin saya akan membawa catatan kecil hasil karya saya sendiri yang akan saya print, yang dijadikan buku, akan dibawa waktu training nanti.
Dan yang paling jelas, sebelum minggu itu tiba, saya akan berusaha memindahkan seluruuh data yang ada di laptop tersayangku ini ke dalam hardisk tersayang, yang kondisinya masih mengenaskan. Memindah seluruh file,semuaaanyaaaa, karena saya tidak diperkenankan membawa leno (sebutan laptopku), namun akan diberikan laptop yang baru. Namun tenang leno sayang, kau lah cinta pertamaku, hehhehehe...

Sebelum minggu itu tiba,,,
Saya ingin menikmati dengan apa yang saya punya, dan akan kuceritakan kelak ke muridku, supaya mereka mau melanjutkan sekolah minimal seperti ibu gurunya ini.

Selamat beraktvitas..
Semoga Allah meridhoi setiap langkah kalian. Bersemangatlah, karena semangat itu yang memacumu untuk bergerak :)

Thursday, March 31, 2011

Bukan Karena Gelar, Status atau Jabatan

Assalamualaikum..

Pengen posting malam ini, sebenernya yang menginspirasi kenapa saya ingin menulis posting ini adalah banyaknya kontroversi di masyarakat yang menyangsikan dan meragukan lulusan Diploma 4, walaupun teratas namakan Politeknik Elektronika Negeri Surabaya-ITS. Di milis lulusan, ada salah satu teman saya yang curhat dan kecewa karena lulusan D4 tidak bisa meneruskan studi S2nya di Universitas Indonesia. Kemudian ada yang bilang, lulusan D4 lebih susah untuk mencari kerja di masyarakat di bandingkan dengan lulusan D3 atau S1 yang ada sekarang. Atau kalaupun ada, maka lulusan D4 biasanya disamakan dengan lulusan D3, baik dari segi jabatan maupun gaji. Kemudian dari segi title, atau gelar yang menyandang di belakang nama, memang gelar Sarjana Sains Terapan (SST) masih kalah pamor dengan Sarjana Teknik (ST), bahkan pelesetan dari SST ini adalah Sarjana Seperti Teknik :) dan yang lainnya. Saya tidak tahu apakah ini suatu hinaan, atau suatu cara melegakan diri, atau memang usaha sendiri mendapatkan gelar yang hampir sama seperti teknik. Padahal saya yakin lulusan Diploma 4, ngga kalah teknik. Malah saya boleh bilang teknik banget.

Sebenarnya kita ngotot pun bilang ke khalayak kalau D4 itu sama S1 pun itu ngga ada gunanya. Walaupun sudah tertera pernyataan tertulis di Undang-Undang di sini . Sudah kenyataan kalau orang Indonesia malas baca Undang-Undang, maka mau ngga mau kita harus menyadari hal ini. Salah satu cara untuk mengenalkan Diploma 4 adalah kita sendiri yang mengenalkan, dan kita sendiri sebagai lulusan D4 yang membuktikan. Saya yakin lulusan D4 di seluruh Politeknik negeri ini juga ingin menunjukan performa terbaiknya di sisi pengetahuan dan pengalaman.

Saya yakin semuanya bergantung pada waktu. Tapi alhamdulilah banyak institusi negeri maupun swasta yang sudah banyak mengakui lulusan D4. Namun, kita sebagai lulusan D4 selayaknya mengisi tenggang waktu pembuktian itu dengan apa adanya kita sebagai lulusan D4. Setara sih setara, tapi kalau bisa yang setara itu gelarnya saja, tapi kalau kemampuan diusahakan harus sebanding atau ekuivalen atau sama dengan lah minimal dengan lulusan S1.

Tapi jujur, saya punya pemikiran beda dengan perbedaan atau mempersamakan  S1 dengan D4 itu sendiri. Sebenarnya mau lulusan D4 atau S1 itu bergantung dari niat dan kemampuan kita sendiri bahwa sebenarnya kita LAYAK. Layak di dunia pendidikan, di dunia kerja, atau layak di pandang sebagai seorang yang lebih bertambah ilmunya. Kalaulah yang dipermasalahkan tentang lulusan D4 itu apa saat interview, ya coba di terangkan ke pihak HRDnya. Kalau lah memang belum diterima, yakinlah kalau itu masih belum rezeki kita, jangan malah menyalahkan lulusan D4 yang belum terkenal. Toh masih banyak rezeki yang bertebaran di bumi Allah. Cari lagi, kembangkan lagi. Dan kalaulah sudah diterima, tunjukkan sebagai lulusan D4 memang layak untuk di pekerjakan. Pengalaman saya dulu waktu wawancara, ketika ditanya D4 itu apa, saya menjelaskan dengan baik sebaik Pak Presiden mengadakan pers conference, hahaha. Walaupun akhirnya saya keterima dan tidak saya ambil. Namun ada juga yang ngga ketrima waktu interview itu. Nah itu untuk institusi swasta dan negeri. Kalau ingin jadi pegawai negeri, insyallah sudah ada penjelasan kok, mesti ada label D4/S1 jika di butuhkan. Contoh, PLN, Depkominfo, Menristek. Setiap tahun mesti buka. Jadi jangan kuatir. Dan bahkan ada teman saya yang sudah jadi jutawan, dari D4. Mari, mari kita berbaik sangka dengan gelar dan alamamater kita.

Pengalaman lain?? Oke, tentang sekolah kan?? Maksudnya tentang kelanjutan kalian yang ingin kuliah Master. Kalaulah ada Universitas dalam negeri yang masih belum bisa mengakui D4, cari lagi universitas atau Institute yang mau menerima lulusan D4. Ngga harus masuk universitas itu kan?? Maka, ayo cari lebih giat lagi. Kalau mau cari beasiswa ke luar negeri, gampang kok. Mereka kebanyakan tidak melihat apa itu D4 apa itu S1, yang jelas kita bisa memaparkan bidang apa yang kita minati dan mendapatkan kepercayaan profesor di universitas tersebut. Setelah dapet profesor, kirim deh nominated latternya ke universitas atau ke konsorsiumnya. Tapi memang butuh sabar yang berlebih. Namun, yang ingin sekolah di daerah ngga kalah baiknya, asal NIAT harus lilllahita'ala.

Baiklah sebenernya inti dari posting ini adalah apapun gelar, jabatan, status dan almamater bukan masalah yang sulit kalau memang kalian punya niat yang baik dan mental sekuat baja. Mau bangkit setelah sekian kali jatuh, dan pantang menyerah setelah sekian kali di tolak. Dan sabar juga pantang mengeluh, walaupun saya sering juga tuh mengeluh :D. Bagi yang masih sibuk melamar sana melamar sini, semangat dan giatlah, jemput rezekimu, dan yakin rezekimu akan menggapaimu juga. Kalau kata teman baikku, kalau belum sampai 1000 lamaran, dia ngga akan berhenti melamar kerja, dan pastinya dengan kesabaran juga. Tapi alhamdulilah, belum lamaran ke 1000 dia sudah keterima kerja [thanks Mimit :)]

Untuk yang mau melanjutkan kuliah, luruskan niat dan tekad, pikirkan baik-baik, kantongi restu orang tua, dan yakinkan bahwa mencari ilmu semata-mata karena Allah. Insyallah semua pasti dimudahkan.
Mencari ilmu, menjemput rezeki, bersilaturahmi adalah wajib, namun ingat, sebaik-baik makhluk adalah yang paling berguna bagi sesamanya. Dan jangan lupa, marilah kita memajukan Indonesia tercinta kita. Almamater yang patut kita junjung. :)

Tuesday, March 29, 2011

Izin

Assalamualaikum...
Akhirnya tersentuh juga blog ini selama di rumah. Maklum disini sinyal EVDO tidak begitu baik. Saya rasa bulan Maret adalah bulan yang berarti dan penuh kejutan buatku. Setelah menjalani berbagai peristiwa *berasa sok penting* khususnya untuk bergabung di gerakan Indonesia Mengajar, maka tidak bisa dipungkiri senengnya minta ampun. Mendapatkan banyak teman baru yang bener-bener RUARRRR biasa...
Dan email demi email, perjanjian dan peraturan sudah disetujui, namun jujur aku belum mengantongi izin orang tua 100%. Kenapa aku mengesampingkan hal tersebut?? Karena aku merasa, orang tuaku pasti akan demokratif selama kegiatan ini baik dan bermanfaat untukku. Namun, tetap saja hati ini tidak tenang. Ingin share tapi belum izin, ingin membawa barang ini itu, tapi izin belum ada. Akhirnya aku putuskan untuk pulang kampung dan memberanikan diri untuk izin ke orang tua :)
Akhirnya, hari ini aku beranikan diri untuk membuka web, dan menerangkan baik-baik tentang kegiatan yang akan saya lakoni. Dengan berbekal status dari Indonesia Mengajar ini, aku jawabarkan bahwasannya daerah yang akan aku datangi adalah Kabupaten Bima, Kabupaten Buol, Kabupaten Fak-Fak, KAbupaten Nias Barat, Kabupaten Sangihe, Kabupaten Gresik, KAbupaten Talaud, Kabupaten Maluku Tenggara Barat. Dan juga menerangkan sapa yang menggagas, yang tidak lain adalah Bapak Anies Baswaedan, yang namanya sudah dimana-dimana syukurnya. Alhamdulilah, bapak mulai memakai kacamatanya untuk membaca webnya (ini tanda kalau rasa ingin tau beliau tinggi dan alamat akan ada IZIN)

Alhamdulilah yang kedua adalah, bapak tersenyum seraya bilang, " kapan mau trainingnya??" *sujud syukur* Dan iseng saya membuka searching engine Mbah Google dan mengetikkan key word "letak Talaud Sangihe" dan mendapatkan link ini , dan bapak masih disampingku, juga melihat keindahan dan ketakjubannya, lalu saya juga membuka link ini juga , kami berdua cuma terkagum-kagum. Spesial thanks buat internetku yang baik dan mau kompromi untuk menunjukkan link ini kepada bapakku.
Terjadi percakapan sebentar antara anak dan bapak disini :
Furi : "ya Allah bapak, pemandangannya bagus"
Bapak : "iya, ikannya besar-besar Dek"
Furi : "14 jam lo pak kalo dari Manado"
Bapak : "Iya, itu perbatasan dengan Filipina, jadi deket sekali" (sambil memperagakan peta antara letak Manado, Halmahera, dan Filipina)
Bapak : "Mangkanya itu dijadikan sengketa, tapi pemandangannya masih asri sekali Dek"
Aku lanjutkan Bapak dengan segala penjelasannya, Alhamdulilah Bapak memang banyak tahu masalah sejarag ataupun tata letak Indonesia, karena bapakku lebih hobi baca sejarah nasional dan warisan budaya ketimbang novel (tersindiri nih diriku)
Aku biarkan bapak dengan segala keingintahuannya mengotak atik laptop dengan situs yang sudah aku paparkan tadi. Namun, setelah bapak agak merasakan bosan, aku balik bertanya
Furi : "Bapak, kalau nanti adek kesana boleh apa ngga??"
Bapak : "Boleh, asal jangan lupa sholatnya dan selalu mendoakan bapak ibu, dikirimi Al Fatihah"
Furi : "yossudarsosmowobeosdomestosnomos"
Bapak : "Mumpung masih muda, melalanglah cari pengalaman sebanyak-banyaknya, carilah ilmu dan rezeki di jalan Allah"
Furi :*speechless* Subhanallah, Allah terima kasih menganugerahi Bapak seperti beliau.

Dan sekarang, keraguanku hilang seketika, semakin bersemangat dengan woro-woro ke temen-temenku yang juga akan berangkat.
Oh ya, bagaimana dengan ibuku? Ibuku adalah orang yang paling tegar dan makmum dengan keputusan bapakku. Selama itu baik, ibu pasti izinin. Apalagi ibuku adalah pengajar juga, pengajar senior lebih tepatnya. Setahun aku akan merindukan mereka. Merindukan ponakanku yang masih kecil juga :*
Bapak, Ibu yakinlah,,akan ku buat Bapak dan Ibu Bangga!!

Bismillah, nawaitu lillahita'alaa

---in my purple room---

Tuesday, March 22, 2011

Pengajar Muda Here I come!!

Tanggal 22 Maret merupakan tanggal yang paling berbahagia untukku. Setelah melewati berbagai tahapan dan seleksi,, akhirnya pada malam harinya saya mendapatkan email dari Tim Indonesia Mengajar seperti ini

Saudara Furiyani Nur Amalia yang saya hormati,

Kami dari
gerakan Indonesia Mengajar dengan gembira mengabarkan bahwa Anda telah terpilih menjadi Pengajar Muda  angkatan II!

Adalah suatu kebanggaan bagi kami apabila Anda dapat bergabung dengan gerakan Indonesia Mengajar, bersama-sama membagi pengetahuan dan menjadi inspirasi bagi
anak-anak di berbagai daerah di Indonesia. Kami percaya bahwa program ini dapat memberikan pengalaman hidup yang berharga bagi apapun yang akan Anda kerjakan di masa depan.

Untuk langkah selanjutnya, kami akan mengirimkan Perjanjian Penugasan Mengajar melalui email yang dapat Anda pelajari terlebih dahulu. Email tersebut akan kami kirimkan
paling lambat Rabu, 23 Maret 2011. Jika Anda sepakat dengan perjanjian tersebut, bagi Anda yang berdomisili di Jabodetabek dan Bandung, kami mengundang Anda untuk bertemu dengan wakil dari Indonesia Mengajar untuk secara resmi menandatangani kesepakatan kerja tersebut di kantor kami.

Bagi Anda yang berdomisili di luar Jabodetabek dan Bandung, Anda diminta untuk mengirimkan kembali file perjanjian kerja yang sudah Anda tanda tangani melalui email.

Terima kasih untuk perhatiannya.

Salam,
Tim Seleksi Indonesia Mengajar

Im so excited with that, No excuse anymore. Dengan status yang sebentar lagi menjadi Pengajar Muda, Insyallah saya akan mengemban tugas menjadi lebih baik lagi.
Tidak bisa tidur?? Pastinya. Entah karena terlalu gembira atau saya bingung mengatakan kepada orang tua. Yang jelas, dengan bismillahirohmanirrohim, semoga dengan niatan ini akan menjadikan saya menjadi orang yang lebih berguna lagi. 
Terima kasih buat teman-teman yang sudah membantu saya dan memberikan dukungan penuh. Terima kasih buat orang tua yang dengan lahir batin mendukung saya. Dan pastinya saya akan berpamitan dengan kawan-kawan saya sebelum saya berangkat nanti :). Maret memang bulan yang penuh kejutan buatku :*

Stop Complaining dan Berhentilah Mengeluh

Sudahkah Anda mengeluh hari ini?? Sudah berapa banyak Anda mengeluh hari?
Apakah ada yang ingin Anda complain kepadaNya hari ini? Merasa aneh dan merasa kurang cukup dengan apa yang Anda cari? Kalau ada diantara kalian menjawab, "itu kan wajar, namanya manusia, pasti ada keluh kesah" dan saya akan  menjawab "betul, saya pun sering mengeluh"
Namun, ketika membuat dan membaca blog ini, saya akan berkata STOP complaining dan Berhentilah mengeluh. Melihat kenyataan yang ada di dunia luar, masih banyak manusia dan saudara kita yang tentunya masih terlantar dan hidupnya serba kekurangan di bawah kita..

Apakah kita masih mengeluh, akan makanan dan pakaian yang kita punya?
masihkah Anda complain dengan penghasilan dan uang yang wajib anda keluarkan?

Banyak dari mereka yang harus putus sekolah dan mengais-ngais hidupnya

Masih mengeluh dengan badan dan jiwa raga Anda?

Masihkah Anda malas untuk pergi mencari ilmu?

Masih complain dengan apa yang punya sekarang

Orang mengeluh adalah semua yang mereka keluhkan. Berhentilah mengeluh dan mensyukuri atas semua yang telah Allah berikan. Jikalah ada kekurangan dalam hidupmu, saya yakin Allah menambahkan segala kekuatan yang ada di dirimu. Mari mulai pagi ini dengan rasa syukur, atas segala nikmat yang telah Allah berikan. Alhamdulillahirobbil 'Alamin...

(Semua foto diambil dari Google)