Wednesday, January 5, 2011

Nikmat Mana Yang Engkau Dustakan?

Menjadi apapun yang kamu mau,apa yang kamu impikan. Gampang kah?? Susahkah?? Bergantung dari niatmu dan bergantung dr usahamu.Segala apa yang dirimu upayakan,maka maksimalkanlah,apapun itu. Dari segi usaha sesama manusia (bertanya dan belajar) maupun dari segi Tuhan (berdoa)

Jikalau doaku dulu waktu SMP adalah masukkan aku pada sekolah favorit dengan pengalaman lomba dan prestasi yang baik -->terkabul alhamdulilah,lulus dengan nilai yang memuaskan
Masuk SMA doaku adalah aku begitu terkucil disini dan banyak pesaing yang lebih pintar daripada aku,maka mudahkanlah jalanku untuk masuk perguruan tinggi dengan nilai yang baik dan berilah aq prestasi lain yg bisa lebih dari temanku sehingga aku dapat membaggakan orang tuaku --> alhamdulilah terpilih jd pasukan paskibra dan aq orang pertama dr sekolahku yang lolos, memenangi lomba karya ilmiah,kemudian berhasil lulus dengan danem yang memuaskan dan masuk politeknik terbaik di negeri ini.
Doaku waktu kuliah --> Allah,aku tidak tahu apakah aku mampu mengukir prestasi di kampus ini, apakah aku berguna bagi kampus ini atau apa yang patut aku kantongi guna masa depanku,dan apakah setelah kuliah aku akan cepat mendapatkan kerja dan apakah aku dapat melanjutkan studiku ke jenjang yang lebih tinggi --> Allah menjawab semuanya, lulus tepat waktu dengan nilai 'dengan pujian',bertemu dengan tim networking yg tidak semua orng di kampus bisa mendapatkan,dan yg paling penting setelah lulus diberikan kesempatan untuk sekolah lagi.

Maka,Nikmat Allah mana yang engkau dustakan?? Sesungguhnya nikmat mana yang engkau dustakan??
Dimana aku masih bisa hidup yang cukup,keluarga yang menyayangiku dan teman-teman yang baik dan menyuportku. Berbagi dengan orang terdekat. Dan sekali lagi, maka nikmat mana yang Engkau dustakan?

Dan, jikalau kalian hendak melakukan sesuatu,lakukanlah semaksimal mungkin dengan segala apa yang kamu upayakan. Jangan segan untuk bertanya,ingatlah bahwa jika kau ikhlas maka bukan hanya hasil baik yng nanti engkau dapatkan, melainkan pahala Allah sudah di genggamanmu.
Apapun yang kalian lakukan, jika kuliah, kuliahlah yg baik,cari prestasi sebaik dan semampu mungkin. Jikalau harus bekerja, bekerjalah dengan ikhlas dan riang walaunpu kenyataannya tidak berkata demikian. Cintailah pekerjaanmu,maka pekerjaan akan mencintaimu.
Dan jika kalian bisa, sempatkanlah tuntut ilmu setinggi mungkin. Iya, benar jika kalian bertanya, tapi saya pingin kerja, membantu ibu saya, atau saya ingin pengalaman dulu, monggo. Jawabannya adalah pilihan hidup,dan kalianlah yg menetukan kemana pilihan hidup itu. apa kalian mau buat susah, atau kalian yang mentrigger untuk maju. Tapi jangan sekali kali kalian beralasan saya ngga sepintar itu untuk lanjut kuliah, itu salah besar. Ingat dengan apa yang kalian punya sekarang, tidak ada yang tidak mungkin di mata Allah, jika kalian berusaha dan berniat baik.
Maka saya ingatkan sekali lagi,lakukan apa yang kalian sudah raih dengan semaksimal mungkin dengan kekuatan dan upaya yang kalian lakukan.
Ada yg bilang, kesempatan tidak akan datang 2x, tapi saya yakin kesempatan akan datang berkali-kali jika kalian mau mencoba, dan mau bangun setelah berkali-kai jatuh. Dan saya juga yakin Allah selalu bersama orang yang berusha dengan caraNya yang indah.
Mari kita kerja maksimal dan kerja cerdas..
Pasti bisa pasti bisa pasti bisa pasti bisa pasti bisa pasti bisa pasti bisa, nawaitu lillahita'ala :)
-- on the way back to my routine :)  --

Harta Karun [Serasa kembali ke jaman itu]

Libur telah tiba libur telah tiba yihaaaa. Libur ini aku sempatkan untuk pulang ke Probolinggo sekalian untuk menghadiri acara keluarga yang akan diadakan di rumah. Seperti biasa, ibuku paling demen kalo aku udah pulang ke rumah. Bukan karena apa, karena ibuku seneng ada yang mau bersih-bersih rumah secara gratis. Bisa dibilang komposisi antara kangen dan partner bersih-bersih adalah 40% dan 60% lahh (just kidding, mom). Yah, dari awal hari di rumah, jadwal pagi bersih-bersih halaman, lanjut bersih-bersih rumah. Dan, karena mau ada acara di rumah, jadinya disuruhlah aku mengemasi harta-hartaku mulai zaman aku SMP sampe aku segedhe ini. Males sih awalnya, tapi tiba-tiba aku begitu antusias ketika menemukan Harta Karun yang bener-bener menjadi portkey kembali ke masa itu :)
Setelah aku pikir-pikir, tingkat kekreatifitasan dan kerapianku menurun seiring bertambahnya usia. Lah, kok bisa? Baiklah kita beberkan sedikit bukti-buktinya. Dibawah ini adalah buku catatan yang aku gunakan saat SMP dan SMA.
 Catatan SMA yang udah mulai semburat
 Catatan Geografi SMP dengan sampul cinta

Walaupun agak malas, aku termasuk sosok yang rajin mencatat loo. SMP aku begitu rajin menyampul buku dengan kertas kado yang lucu-lucu kemuadian dilapisi sampul plastik biar ngga kotor, dengan tulisan judul tiap bab yang dihias dengan berbagai warna biar aku makin enak bacanya (sugesti saat itu). Rata banget nulisnya, seakan telaten dengan padding-paddingnya. Kalau ada fotokopian penting, sebisa mungkin dihias dan di tempel di buku catetan, biar rapi. Dan katanya sih waktu itu aku menganggap buku mencerminkan prestasi (bener ga?).
 Fotokopian peta Afrika yang ditempel di catatan (kepikiran ya?)
 Rapi banget nulisnya kan (sadar diri lo dulu)

Sedangkan menginjak usia SMA, semburaaaatt semua itu catatan, tulisan udah miring-miring, tapi tetep dengan ulasan bolpoin warna untuk menandai judulnya. Namun, udah nggak se-telaten dulu. Udah agak males kali ya? apa udah agak dewasa?(ngaco). Dulu SMP paling ngga demen pinjem catetan temen, yang ada malah catetanku dipinjem temen (bangga). Tapi setelah SMA, udah mulai demen fotokopi catatan temen, pinjem, trs fotokopi, alias udah keluar malesnya, dan prinsip Buku mencerminkan prestasi udah mulai pudar deh. Tulisan yang dulu rapi kini mulai dipertanyakan. Dulu bikin kotak rumus, wajib pake penggaris, nah pas SMA, asal garis aja. Kalo ada fotokopian, udah ngga di tempel lagi cuma diselipkan aja, dan resiko ilang besaaar, tapi ya akhirnya kalo hilang, fotokopi lagi deh :p. Tetep punya catatan, tapi lebih acakadut kalo sekarang.
 Catatan SMA yang acakadut
 Tulisan udah miring-miring dan nulis rumusnya udah ala karte lahh

Aku merasa, tiap tahun juga mempengaruhi tingkat kejujuranku. Wahahahha, dulu waktu SMP, setiap dapet ulangan kudu minta tanda tangan ortu berapapun nilainya, nah aku langsung minta tanda tangan ke bapakku (beneran minta, walaupun kadang diomelin). Namuuunn, seteleh masuk SMA yang serasa romusha ini, dimana tiap hari ada ulangan, tiap bulan bagi rapotan, dan tiap hari harus minta tanda tangan ortu buat buku instrumen (buku tanda selesai ngerjain tugas dan buku pelanggaran) yang otomatis juga kudu minta ke ortu tiap hari, jadinya rada males kalau saben berangkat sekolah minta tanda tangan, jadilah aku MEMALSUKAN tanda tangan mereka (tolong jangan ditiru, jika terpaksa boleh :))) tapi ini atas dasar suka sama suka kok :) . Sayangnya aku belum menemukan kemana perginya buku instrumen ini, mungkin udah di loakin sama ibuku. Ini nih bukti otentiknya
Dapet 60 dulu aku merasa bodoh, namun pas SMA biasa aja :))
Udah deh postingannya, ini mau lanjut cari harta karun lainnya, doakan saya yaa..

Monday, January 3, 2011

Being My Self, Being The Best Who I am

Masih dalam suasana bulan awal dan tahun baru 2011, maka aku pun masih getol menjalankan apa yang namanya RESOLUSI. Akhirnya aku googling aja, arti kata itu dan menghasilkan, taraaaaaammmm :

Dalam kamus besar bahasa Indonesia dijelaskan bahwa Resolusi memiliki arti Putusan atau kebulatan pendapat berupa permintaan atau tuntutan yang diterapkan oleh rapat (musyawarah,sidang); pernyataan tertulis, biasanya berupa tuntutan tentang suatu hal (KBBI 2005)

Dan catet tuh, ada kata-kata "Putusan atau Kebulatan pendapat", dan salah satu resolusi pada akhir tahun yang aku buat kemarin, adalah aku berbulat tekad untuk menjadi anak yang baik tidak sombong, dikurangi ramenya, biar rada pendiem, ngga banyak ulah ngga banyak tingkah, penurut dan apa adanya dan juga ngga gila dan jail lagi. Aku putuskan, prok prok prok (ketuk palu). Sebagai seorang calon menteri pemberdayaan perempuan tentunya (tetep ya?) akhirnya saya kembali melakukan voting terhadap warga yang mendukung saya tentunya melalui status ini dan ternyata hasilnya apa saudara, banyak kontroversi yang meragukan apakah saya bisa menjadi sosok di resolusi itu. Dari beberapa responden yang menyatakann saya bisa adalah 0, dan sisanya setuju kalo saya ngga bisa berubah atau tidak bisa dirubah (parah sekali). Maka dengan ini, saya ganti untuk niat yang satu ini, bukan lagi dinamakan RESOLUSI, melainkan NIAT BAIK (hahhaah, maksa!), karena sebagai empunya, dan yang punya jiwa raga pemegang saham diri utuh atas Furiyani Nur Amalia, aku aja ngga yakin bisa berubah 75% aja. Ada ada saja komentar mereka yang mengatakan ini dan itu. Dan sebagai ibu Kewanitaan Indonesia tahun-tahun depan, saya harus menerima hasil voting dari warga-warga yang mempercayai saya (masih belum bener pikirannya). Apa emang udah dari cetakan ibu bapakku yang dilahirkan ngga bisa diem mungkin ya?

Dan akhirnya, apa pelajaran yang saya ambil dari niatan bener ini yang nantinya akan tetap saya lakukan walaupun banyak orang yang meragukannya, adalah menjadi diri sendiri itu penting, bahkan bisa aku katakan penting sekali, namun setiap kali bersikap dan bertindak harus tetap belajar juga berusaha untuk melakukan yang lebih baik dari apa yang kita punya, juga kesediaan kita untuk mau belajar dan menerima pendapat orang lain. Terbaik disini adalah berusaha semaksimal mungkin dari apa yang sudah kita upayakan, dan hasilnya bermanfaat bagi orang lain. Dan aku, karena aku senang rame dan senang membuat orang lain tertawa, bukan berarti aku pantas jadi pelawak kan? 

However, to make others happy with our presence and make a joyous atmosphere around us,  will be own happiness and of course its rewarding, isn't it?
So whatever your resolutions and your good intentions in this year, do it with sincerity for Allah,  I sure there would be more fun to run this next year. So, Be your self, Being the best who you are :)


Sunday, January 2, 2011

1 Januari 2011, Seru Capek Gila

1 Januari, tahun baruan?? Eiiiitts, tidak bisa. Bukan merayakannya, namun ingin berkumpul bersama keluarga lebih tepatnya. Dan memang, hari ini adalah jadwal menjemput ibu dan tanteku ke rumah mbah yang di jember, dalam rangka memperingati 40 harinya pakdheku. Karena memang hari libur sekolah untuk adik-adikku dan juga ibu, tanteku yang beprofesi guru, mereka pun berangkat lebih dulu, barulah pada sabtu itu kita menyusul (aku, bapak, dan adek sepupuku). Bisa dikatakan, aku sudah lama tidak berkunjung ke Jember. Selalu saja ada halanagn ketika aku hendak iku, dan akhirnya rencana ini terealisasi. Alhamdulilah. Sepanjang perjalanan, topik yang gempar di perjalanan adalah masih tetap tentang Abu Bromo yang sampai mana saja saudara sekalian. Bahkan sampai Lumajang sekarang hujannya warnanya coklat pekat, campuran air dan abu Bromo. Keren juga ni Bromo, bener-bener rata ni semburan, mulai Probolinggo, Pasuruan, Malang, dan sekarang Lumajang. (Semoga ngga nyampe Jakarta yo Bromo, *emang bisa??*). Oh ya, satu hal yang paling aku suka ketika berkunjung ke jember adalah jalanan menuju Jember adalah, pemandangan kanan kiri yang begitu asri dan rindang. Melewati sekolah SMAku dulu, dan pastinya melewati pasar-pasar buah di Klakah dan Ranuyoso. Dan hebatnya, pasar ini setiap hari selalu produksi pisang, kelapa, dan nangka. Bayangkan setiap hari lhoo, betapa melimpahnya produksi buah-buahan di tempat ini (Subhanallah). Macet jelas, tapi seneng banget lihatnya, dan yang paling bikin bete adalah :
Bapak : "Dek, liat tuh buahnya seger gedhe-gedhe banget. Seneng liatnya "
Furi : "Beli ayook pak, berhenti ta ini??"
Bapak : "Nanti aja wes, nunggu ibu"
Furi : "Lah, terus ngapain tadi suruh jalan pelan sambil nunjuk ini gimana itu gimana?"
Bapak : dengan santai dan masih terkagum-kagum dengan pemandangan buah-buahan "cuma seneng aja liatnya"
Furi : nyeeeeeeeeeeeeeeeeeeehhhh...(melihat tanpa memiliki senengnya) ini cuplikan gambarnya 

Gede banget ya pisangnya
Apa ngga berat ya yang jualan, kanan kirinya pisang yang begitu banyaknya

Perjalanan yang nggak seberapa jauh sebenarnya dan cuma butuh 2 jam dengan mobil, tapi pemandangannya bener-bener asri, beda banget perjalanan Probolinggo - Surabaya, bawaannya jenuh, macet sama truk sana sini yang ada. Dan semakin heran saja, kenapa orang-orang ini selalu menganggap Probolinggo itu sesudah Jember? heran. Sampai pada suatu posting facebook aku bikin status seperti demikian : 

Kenapa sih selalu ditanyain, Probolinggo itu setelah Jember ya? saya jawab : Ini rutenya : Sby-Sidoarjo-Bangil-Pasuruan-Probolinggo-Ranuyoso-Klakah-Tanggul-Bangsalsari-Rambi-Jember!! jadi Probolinggo sebelum Jember..-----

 Dan yang komen 52 biji saudara, heran deh ya. Nah itu lah kewajiban saya sebagai perwakilan kota Probolinggo harus wajib mengenalkan hometown saya dengan baik (mulai diplomatis ini topiknya). Lanjut saja, sampailah saya di kota yang begitu adem seger banget (soalnya mendung). Dan banyak sekali konstruksi yang berubah. Sungai tempat sepupuku dan aku bisanya buang hajat, sekarang menyempit dan mengalami pendangkalah. Terus bakul (baca : penjual) tempe sudah alih profesi jadi penjual bakso. Jalanan di depan rumah mbah yang dulunya berbatu, sekarang udah mulus sekali. 

Kembali ke desa serasa kembali ke jaman mana gitu, semuanya pada murah, makanya ibu sama tanteku beli sayur ini itu, buah-buahan dengan alasan ke aku "Sayuran di Probolinggo kena abu bromo semua, jadi cari yang fresh " (alasan ibu-ibu sekarang ada aja ya)

Langganan aja, kalau sudah sampe desa, aku harus ke rumah pakdhe, sodara ini saudara itu, pakliknya ibu, sepupu sepupunya ibu, mbah sepupu dari mindoannya ibu (bingung ngga tuh?). Selalu seneng aja kalau maen ke rumah pakdhe ini, ada aja tanaman di rumahnya. Dan tentunya dengan adanya adek sepupuku yang nakalnya naudzubillah, jadilah liburan dan kunjungan kali ini agak terganggu, karena saya juga menjabat sebagai baby siter (capek tau), ini ni taneman di rumah pakdheku:
 tebak deh buah apa ini? muaaniiss bauanget
 "eehh,,ehh jangan di petik dulu, rambutnya belum banyak rontok", kalian pahamkah artinya?? kalo paham segera komentar ya? aku masih belum paham
 sebenernya pengen moto kolam yang penuh gurame loncat itu. Eh malah nongol si Candut ini, pose pula
 Lidahnya Buaya, yang konon katanya menyembuhkan panas dalam.
bagi kalian yang seling bilang, kalo kulitmu seperti sawo matang, monggo ngaca dulu.

eh lupa, langganan disini adalah tahu-nya yang enaak abis, jadi semacam ngrampok dan beli banyak kalo berkunjung ke desa :) 
masih banyak kegiatan senengnya, tapi bagian selanjutnya bagian yang ngeselinnya, oke?

Saturday, January 1, 2011

Kenapa Film di tivi saat tahun baru kok bagus-bagus?

Yaw, mulai tadi sore hanya 2 channel yang aku liat. RCTI dan Trans TV
jam 8-10 : RCTI--> Transformer         Trans TV--> Iron Man
Jam 10-12 : RCTI --> Pirates of Caribian 3 The World End       Trans TV --> James Bond 007

semua stasiun tv pada sibuk nulis, "Menunggu detik-detik pergantian tahun 2011" (Trans TV)
yaa..yaa.. aku paham lah, ganti detik aja kan? Harinya cepet. Denger kembang api juga sih
tulisan "Menyongsong 2011" (AN TV), Indosiar (sponsor), Selamat Tahun Baru 2011 (RCTI), Konser Dangdut (TPI), Konser Musik (Metro TV), Kembang api di monas acara "Serunya Tahun Baru" (Global TV)

sekian siaran malam ini, Furiyani dari biro sini melaporkan.

Selamat Menyongsong tahun baru. Semoga lebih barokah di 12 bulan kedepan. Amin